Apakah kondisi hutan Indonesia saat ini sedang baik-baik saja?

Saat kamu membaca ini, stop aktivitas kamu selama 5 detik, bayangkan, bagaimana jika di dunia ini sudah tidak ada pohon? Hanya ada rumput kering kerontang yang bergoyang seakan menikmati panasnya zaman.

Sudah? Apa yang kamu rasakan?

Sesak? Ingin menangis atau justru biasa saja karena mengganggap kondisi saat ini masih baik-baik saja?

For your information, dari 2001–2021, Indonesia sudah kehilangan 28,6 juta ha tutupan pohon (tree cover). Artinya, deforestasi semakin meningkat dan kondisi hutan di Indonesia pun semakin terancam.[1]

Jika hal tersebut dibiarkan, tentu tidak hanya akan mengancam keberlangsungan masyarakat di Indonesia tapi juga secara global.

Tidak percaya? Yuk kita lebih dekat dengan hutan Indonesia biar alam nggak semakin patah hati karena terus kita sakiti.

6 Hutan di Indonesia

kondisi hutan Indonesia
kondisi hutan Indonesia (Unsplash/Lightscape)

Indonesia tidak hanya punya 1 tapi ada 6 jenis hutan, yaitu [2]:

  1. Hutan Hujan Tropis

Jenis hutan ini memiliki tinggi pepohonan yang rendah, curah hujan tinggi dan temperatur yang tinggi. Umumnya, banyak ditemukan di wilayah dengan garis khayal Wallace. Seperti di Sumatera, Papua, Sulawesi, Maluku.

2. Hutan Bakau atau Mangrove

Jenis hutan ini biasanya ada di kawasan yang tergenang air seperti di laguna, pantai dan muara sungai. Adanya hutan bakau ini membantu melindungi daratan dari abrasi dan bisa menjadi pemecah serta penahan ombak.

3. Hutan Sabana

Hutan ini berada di wilayah dengan padang rumput dengan pepohonan dan semak belukar. Hutan dengan curah hujan yang sedikit, bahkan jarang, ini umumnya ada di Nusa Tenggara.

4. Hutan Rawa Gambut

Jenis hutan ini memiliki tumbuhan tinggi, kurus tidak lebat yang ada di kawasan rawa-rawa. Hutan rawa gambut umumnya ada di Kalimantan Barat dan tengah serta pantai timur Sumatera.

5. Hutan Musim

Jenis hutan ini memiliki tumbuhan yang mengalami perubahan kondisi sesuai musim. Seperti hutan jati yang akan meranggas saat musim kemarau dan menjadi lebat saat musim hujan. Kamu bisa menemukan hutan musim di area dataran tinggi dan dataran rendah.

6. Hutan Hujan Ekuatorial

Jenis hutan ini memiliki peophonan dengan tinggi 40–60 meter dan di lokasi dengan ketinggian 0–800 mdpl. Misalnya di area batuan sedimen yang ada di Kalimantan dan Sumatera.

Kekayaan Hutan Indonesia

Macan sumatra yang terancam punah
Macan sumatra yang terancam punah (Unsplash/Frida Lannerstrom)

Indonesia tidak hanya kaya akan jenis hutan, tapi juga flora dan faunanya. Menurut Walhi, Indonesia memiliki:

  • 12% spesies mamalia dan 36% di antaranya merupakan spesies endemik.
  • 16% spesies reptil dan ampibi.
  • 1.519 spesies burung dengan 25% di antaranya merupakan spesies endemik.
  • 25% spesies ikan di dunia.
  • 121 spesies kupu-lupu ekor walet dan 44% di antaranya adalah endemik.
  • 25.000 spesies flora dan fauna.

Sangat kaya kan? Apalagi jika mengingat luas daratan di Indoensia hanya 1,3%-nya daratan di permukaan bumi.

Perubahan Luas Hutan Indonesia

Dengan banyaknya jenis dan kekayaan hutan di Indonesia, lalu, berapa sih luas total luas hutan di Indonesia?

Di tahun 2001, Indonesia punya hutan primer dengan luas sekitar 93,8 juta ha [3]. Cukup luas untuk menjadi paru-paru dunia dan tempat tinggal flora dan fauna di Indonesia.

Lalu, bagaimana kondisi hutan Indonesia sekarang?

Dari tahun 2002–2021, Indonesia sudah kehilangan hutan primer basah sekitar 9.95 juta ha. Cukup mencengangkan?

Statistik perubahan hutan primer di Indonesia
Statistik perubahan hutan primer di Indonesia. Cr: Global Forest Watch

Eits, tunggu dulu! Selama 20 tahun (2001–2021), Indonesia sudah kehilangan sekitar 96% tutupan pohon karena deforestasi.

Statistik perubahan pohon tutupan tahunan
Statistik perubahan pohon tutupan tahunan. Cr. Global Forest Watch

Masih kurang mencengangkan? Wait a minute!

Dilansir dari IDN Times, Indonesia sudah kehilangan hutan seluas 29 juta ha di tahun 2021 [4]. Belum lagi laju kerusakan hutan di Indonesia yang mencapai 1.080.000 ha per tahunnya [5].

Potek nggak tuh hati kita setelah tahu kalau kita kehilangan banyak banget hutan yang jadi sumber oksigen dan rumah flora fauna di Indonesia?

kisah punah kita di Artjog 2022
kisah punah kita di Artjog 2022

Salah satu penyebab kerusakan hutan yang terbesar adalah deforestasi, misalnya untuk pembukaan lahan baru. Bahkan, di bulan Agustus saja 2022 saja, ada 1.202.308 laporan deforestasi.

Sayangnya, kerusakan hutan yang terus menerus dan tak terkendali menyebabkan kerugian, seperti:

  • Meningkatkan bencana alam.
  • Kepunahan flora dan fauna di Indonesia.
  • Meningkatnya suhu udara.

Ternyata, tanpa kita sadari, kita sendiri yang sudah membuat alam patah hati, rusak dan kita sendiri pula yang menerima akibatnya.

Lantas, apakah alam, termasuk kita akan punah? Atau, adakah masa depan untuk hutan Indonesia agar kondisi hutan Indonesia berangsur membaik?

Fortunately, ada jalan keluarnya!

Cara Mengembalikan Kondisi Hutan Indonesia

Mengembalikan kondisi hutan Indonesia di Sekipan
Mengembalikan kondisi hutan Indonesia di Sekipan. Cr. Munifatul Hanifah

Ingin mengembalikan senyum alam di ibu pertiwi? Mengembalikan rumah flora dan fauna yang terenggut tidak adil oleh manusia?

Bisa. Semua bisa dan kita perlu melakukannya sama-sama dari hal kecil. Bahkan dari 0,000001% sekalipun.

Bagaimana caranya?

Ada 3R yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki kondisi hutan Indonesia, yaitu [6]:

  • Rehabilitasi

Proses rehabilitasi hutan dan lahan diutamakan di area atau lahan krisis, seperti di hulu aliran air. Lantas, apa yang bisa dilakukan dalam proses rehabilitasi?

Ada beberapa rehabilitasi hutan dan lahan, di antaranya

  1. Reboisasi.
  2. Pemeliharaan dan pengayaan tanaman.
  3. Penerapan teknik konservasi tanah.
Reboisasi di lereng Gunung Lawu
Reboisasi di lereng Gunung Lawu. Cr. Munifatul Hanifah

Tentunya, proses rehabilitasi hutan akan disesuaikan juga dengan kondisi hutan Indonesia.

  • Reklamasi

Proses reklamasi berfokus pada memperbaiki dan memulihkan vegetasi agar bisa kembali pulih. Umumnya, reklamasi dilakukan di area yang mengalami perubahan permukaan tanah. Misalnya di area bekas tambang dan instalasi air.

  • Restorasi

Proses restorasi berfokus pada pemulihan ekosistemnya. Dalam hal ini mencakup tentang pemulihan struktur, fungsi, populasi, dinamika dan keanekaragaman hayatinya.[7]

Apa contohnya? Salah satunya adalah dengan melepasliarkan satwa liar ke habitat aslinya.

So, jangan sekali-kali memelihara tanaman ataupun satwa liar terutama satwa yang terancam punah hanya demi keinginan atau keegoisan diri ya.

Tidak punya waktu karena pekerjaan, tidak punya link komunitas atau masih malu-malu untuk terjun langsung?

Tenang, ada cara yang lebih mudah dan hanya butuh waktu kurang dari 4 menit. Less than 4 minutes! Lebih singkat daripada saat kamu harus antri beli boba.

Gimana caranya? Caranya, kamu hanya perlu melakukan streaming lagu Dengar Alam Bernyanyi di Spotify atau Apple Music. Semakin sering kamu streaming, akan semakin besar bantuan kamu dalam perlindungan hutan.

So, tunggu apalagi? Yuk kita jaga kondisi hutan Indonesia biar nggak patah hati lagi! Let’s #TeamUpforImpact dan #DengarAlamBernyanyi #UntukmuBumiku karena #HutanKitaSultan dan #IndonesiaBikinBangga di kancah dunia!

Yuk dengar alam bernyanyi!