Dieng Culture Festival is Back!

Acara tahunan di kawasan Dieng ini akhirnya diselenggarakan kembali setelah vakum karena pandemi. Serangkaian acara mulai dari Jazz Atas Awan, Gebyar Lentera hingga Kirab Budaya akan terselenggara. 

Tidak sabar untuk datang dan menikmati DCF? Sebelum itu simak dulu informasi berikut ini. 

Sejarah Dieng Culture Festival

Dieng Culture Festival adalah festival budaya tahunan yang mengkombinasikan antara unsur budaya dan potensi wisata alam. Dalam pelaksanaannya,DCF memberdayakan masyarakat lokal seperti penyediaan homestay untuk para wisatawan. 

Festival tahunan di Dieng ini sudah ada sejak tahun 2010. Walaupun sebelum itu, sudah ada acara serupa bernama Pekan Budaya. Acara tersebut diadakan oleh masyarakat lokal dan pemuda dari Dieng Kulon dan fokus pada kirab budaya. 

Di tahun ketiga Pekan Budaya, sekelompok masyarakat sadar jika acara tahunan tersebut berpotensi meningkatkan pariwisata dieng. Akhirnya, acara Pekan Budaya berubah menjadi Dieng Culture Festival.[1

Anak Gimbal, Kesejahteraan Masyarakat Dieng dan Ruwatan

dpINHOZbOlKiaAsDe5VxevaxUbIs3E2JlIwi2 e6F6m2KqY98s782EMKFgx99bekmDXrImy5ZLQnj7XrDz42XEbbzx2
Upacara ruwatan anak gimbal di Dieng Culture Festival. (kompas/shutterstock/khafifmukriyanto)

Dalam acara Dieng Culture Festival, upacara ruwatan anak gimbal menjadi inti acaranya. 

Dalam bahasa Jawa, ruwatan memiliki arti membebaskan, melepaskan seseorang dari kutukan/hukuman yang membawa sial. 

“Lantas, kenapa harus yang gimbal? Kenapa bukan anak yang rambutnya lurus atau keriting?”

Masyarakat di Dataran Tinggi Dieng percaya jika anak gimbal merupakan titisan Kyai Kolo Dete, pejabat yang ditugaskan mempersiapkan Dieng. Kyai Kolo Dete dan Nini Roro Rence (istrinya) memperoleh tugas untuk membawa masyarakat di Dieng menuju kesejahteraan. Kesejahteraan tersebut akan ditandai dengan keberadaan anak-anak gimbal.[2

Karena hal tersebut, hingga saat ini, masyarakat Dieng percaya jika keberadaan anak gimbal memiliki korelasi dengan kesejahteraan masyarakat. 

Semakin banyak anak gimbal = kesejahteraan masyarakat Dieng semakin baik. 

Uniknya, setiap anak dengan rambut gimbal, saat usia 40 hari hingga 6 tahun, akan mengalami kenaikan suhu selama beberapa hari. Kemudian, ketika suhu tubuh kembali normal, secara sendirinya, sang anak akan memiliki rambut gimbal. 

Apakah anak gimbal berbeda dengan yang lain? Tidak. Hanya saja, anak gimbal cenderung aktif dan emosinya tidak terkendali bahkan tanpa alasan yang jelas. Uniknya, ketidakstabilan emosi tersebut bisa berkurang atau hilang setelah pemotongan rambut. 

Anak yang ikut dalam upacara ruwatan haruslah memiliki keinginan agar rambutnya dipotong. Karena jika tidak, rambut gimbal akan tumbuh lagi.[3]

Dalam prosesi Ruwatan, dilakukan ritual doa terlebih dahulu, seperti di Kompleks Candi Arjuna dan Kawah Sikidang. Keesokan harinya, proses kirab dan pencukuran rambut akan berlangsung.[4

Saat kirab, sesepuh, tokoh masyarakat, tokoh paguyuban seni tradisional dan masyarakat Dieng akan mengawal anak gimbal ke tempat pencukuran. Kemudian, rambut gimbal yang sudah dicukur akan dihanyutkan atau dilarung di Telaga Balekambang.  

Oh ya, selama prosesi Ruwatan, selain sesepuh dan pihak yang ditunjuk, tidak diperkenankan untuk mendekat ke area prosesi. Walaupun begitu, kamu tetap bisa menonton prosesi Ruwatan di area yang sudah panitia tentukan. 

So, tertarik untuk melihat upacara Ruwatan? 

Dieng Culture Festival 2022

dieng culture festival 2022
Dieng Culture Festival 2022. Pic: Twitter/FestivalDiengID

Upacara Ruwatan, Jazz Atas Awan dan Gebyar Lentera akan bisa kamu nikmati lagi di tahun 2022. Memangnya, kapan Dieng Culture Festival dilaksanakan?

DCF akan kembali hadir tanggal 2-4 September 2022 dengan tema Return of The Light. Tema tersebut dipilih sebagai representasi semangat, harapan, cita-cita untuk kembali bangkit setelah pandemi.[5

Lalu, berapa harga tiketnya? Harga tiket sekitar Rp1,1 juta hingga Rp1,5 juta untuk bundling homestay.[6]

Penjualan tiket dilakukan secara bundling dengan homestay agar wisatawan yang sudah membeli tiket tidak kehabisan penginapan seperti tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, penjualan tiket dilakukan secara bertahap. 

2000 tiket sold out untuk penjualan tiket tahapan pertama (4 Agustus 2022). Walaupun begitu, kamu masih punya kesempatan untuk mendapatkan tiket DCF 2022 untuk penjualan tiket selanjutnya.[7

Rangkaian Acara di Dieng Culture Festival 2022

Apakah dalam Dieng Culture Festival hanya ada kirab budaya? Oh tentu tidak. 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ada 3 acara utama DCF, yaitu Jazz Atas Awan, Gebyar Lentera dan Kirab Budaya. 

1. Jazz Atas Awan

Menikmati syahdu dan dinginnya suhu di Dieng sambil mendengarkan musik jazz? Why not?

Jazz Atas Awan terakhir kali diselenggarakan secara offline atau tatap muka tahun 2019, tepat sebelum pandemi. Kala itu, musisi kawakan seperti Ariel Noah dan Isyana Sarasvati menjadi pengisi acaranya.[8

Selama pandemi Jazz Atas Awan tetap terselenggara secara virtual. Akhirnya di tahun 2022 acara musik ini kembali digelar untuk menemani sore dan malam kamu selama CDF. 

Selama 2 hari berturut-turut, akan ada Jazz Atas Awan dalam rangkaian Dieng Culture Festival. Kamu bisa menikmati musik indah Jazz dari para musisi ternama [9]. Kamu siap ber-jazz ria di DCF?

2. Gebyar Lentera

Tak kalah dengan Jazz Atas Awan, Gebyar Lentera jadi acara yang paling ditunggu. Di acara ini, kamu bisa ikut melihat serunya pesta kembang api dan menerbangkan lampion. 

Khusus untuk penerbangan lampion hanya bisa dilakukan jika kamu masuk ke venue utama. Penerbangan lampion akan dilakukan secara serentak dan diiringi lagu romantis. Sweet banget kan? Apalagi kamu menerbangkan lampion bersama dengan pasangan. 

CZcgjSkEOeANbpytAuQdCRqyhen5mtoXWEiqjBNGjzG6FPSbAGM5l7AJ2v FapAKYj3MEtftBf KTaPFFFfIKXAVs
Penerbangan lampion. Pic: Twitter/FestivalDiengID

Penerbangan lampion biasanya dilangsungkan saat malam hari. Jadi, pastikan kamu menggunakan baju hangat ya. 

Sedangkan jadwal pesta kembang api, biasanya menjadi penutup acara. Karena itu, penerbangan lampion dan pesta kembang api berlangsung di hari yang berbeda. 

3. Kirab Budaya

Dalam Dieng Culture Festival, terdapat kirab budaya, di antaranya:[10]

  • Sendratari anak gembel.
  • Pertunjukan seni tradisional dan festival caping gunung.
  • Upacara ruwatan dan pemotongan rambut gimbal.

Acara kirab budaya akan berlangsung dari hari pertama hingga ketiga. Dari rangkaian kirab budaya tersebut, ruwatan dan pemotongan rambut gimbal menjadi inti. Kalau kamu ingin tahu rundown acara lengkapnya, cek langsung di sini

Tips Datang dan Menikmati Dieng Culture Festival 2022

Baru pertama kali datang dan ikut dalam kemeriahan Dieng Culture Festival? Tenang. Jangan khawatir karena ada beberapa tips yang bisa membantu kamu, di antaranya:

  • Cek dan patuhi syarat dan ketentuan dari panitia.[11][12]
  • Akan lebih baik jika kamu sudah melakukan vaksin booster
  • Siapkan budget karena batas waktu pembayaran hanya 30 menit dari waktu transaksi. 
  • Cari 3 orang teman sebelum membeli tiket. Ini karena ketentuan pembelian tiket minimal adalah 4 pack. 
  • Pilih homestay dengan kapasitas yang sesuai dengan jumlah tiket DCF 2022 yang kamu beli. 
  • Simpan invoice yang Anda terima via email untuk penukaran id card
  • Bawa baju hangat, topi, dan barang yang kamu perlukan. 
  • Simpan dan jaga barang berharga kamu agar tidak hilang.
  • Pastikan kamu tidak melakukan pembelian tiket selain dari website resmi Dieng Culture Festival. Misalnya melakukan sistem booking ke pihak yang mengatasnamakan panitia. 
  • Hubungi atau minta tolong ke panitia DCF 2022 jika kamu mengalami kendala. 

Dari Jazz Atas Awan, Gebyar Lentera hingga Kirab Budaya dengan upacara Ruwatan sebagai acara utama, siapkah kamu mengikuti serunya Dieng Culture Festival? Jangan lupa untuk menyiapkan barang keperluan kamu dan pastikan stay safe selama acara berlangsung ya!