Apa yang akan Anda lakukan ketika pemasaran tidak berjalan seperti rencana? Langsung merombak semua, mulai dari strategi hingga SDM?

Jika Anda hendak melakukan semua itu, maka sebaiknya stop lebih dulu!

Kenapa? Karena saya akan membagikan 1 rahasia marketing yang wajib untuk Anda coba, yaitu NLP marketing.

“NLP apa itu?”

Sebelum Anda bingung dan enggan membaca artikel ini sampai akhir, saya akan beri tahu.

NLP memiliki peranan penting untuk memahami konten marketing. Terlebih lagi konten dengan user intent yang lebih dicari dan berhasil muncul di SERP.

Karena hal tersebutlah, pengoptimalan konten NLP perlu dilakukan.

Apakah dari sini sudah mendapatkan titik terang dan paham tentang NLP dan konten marketing?

Belum?

aaJika belum, coba cek informasi berikut.

Apa Sebenarnya NLP Itu?

“Komputer mustahil memahami manusia!”

Sadly, no!

Secara perlahan, komputer mampu memahami manusia.

Pemahaman tersebut terjadi lewat Natural Language Processing atau NLP. NLP sendiri merupakan bagian dari AI atau kecerdasan buatan.

NLP punya 3 fungsi utama, yaitu:

  • Mengenali teks (recognition).
  • Memahami teks (understanding).
  • Melakukan generasi teks (generation).

Jadi, tidak mengherankan bukan kalau akhirnya komputer bisa memahami manusia.

Lewat apa? Lewat konten dan teknologi.

Google semakin fokus dengan user intent pada konten setelah update BERT. Hal tersebutlah yang membuat komputer dibuat untuk semakin memahami apa keinginan user lewat AI.

Bahkan, dilansir dari Spiralytic, pasar global NLP diperkirakan meningkat 14x lipat di tahun 2025 dibandingkan tahun 2017.

Cukup mencengangkan bukan?

Karena hal tersebutlah, perusahaan atau brands besar mulai menggunakan NLP untuk konten marketing mereka.

Tujuannya? Tentu untuk pemasaran yang lebih optimal. Seperti, konversi menjadi lebih tinggi.

Penggunaan NLP dalam Dunia Marketing

NLP sendiri sebenarnya sudah sejak tahun 1980-an. Bahkan, tanpa disadari, Anda sudah menggunakan NLP, yaitu lewat predicted text yang ada di ponsel Anda.

Seiring perkembangannya, NLP sudah dipergunakan di dunia marketing.

Tidak percaya? Beberapa contoh penggunaan NLP in digital marketing, yaitu:

  • Chatbot assistant untuk respons yang lebih cepat.
  • Memungkinkan Anda untuk melakukan tracking pada audience berdasarkan pada kata yang dipergunakan.
  • Virtual assistance atau voice search seperti Siri.
  • Text generator untuk mengoptimalkan SEO.
  • Memberikan insight atau pencerahan terkait dengan data marketing yang bisa dianalisis.

Pengoptimalan NLP lewat Konten Marketing

Apakah NLP bisa digunakan di semua konten? Teks, suara?

Bisa.

Kunci sukses NLP in marketing adalah konten yang to the point dan mudah dimengerti baik user atau sistem.

Untuk mendapatkan dan mengoptimalkan konten marketing menggunakan NLP, gunakan cara ini:

1. Cara Pertama, Buat Konten yang To The Points

Google telah memperbarui algoritma BERT. Adanya BERT ini untuk meningkatkan NLP. Alhasil, Google mampu memahami teks pada konten yang dibuat.

Jadi, jangan heran jika akhirnya Google lebih mengenali konten dengan kalimat yang singkat dan mudah dipahami. To the point.

Seberapa panjang? Coba cek skala keterbacaan berikut.

Dari skala di atas, semakin panjang kalimatnya, semakin susah untuk dipahami.

Jadi, dari sini, Anda paham kan mengapa kalimat pendek lebih disukai Google?

Karena itulah, Anda perlu membuat kalimat pendek dalam konten marketing Anda.

“Waduh, susah dong!”

Tidak susah kalau Anda mau mencoba dan berlatih!

Agar lebih mudah, buatlah 1 arti untuk 1 kalimat.

Kenapa? Karena Google menggunakan semantic analysis yang dapat menganalisa arti dari konten yang Anda buat.

Coba bandingkan antara, “Adi sudah mandi.” dengan, “Adi jam 4 tadi sudah mandi karena badannya sudah bau setelah bermain.”

Keduanya memang menggunakan kalimat yang tidak terlalu panjang. Namun, manakah yang lebih mudah dipahami?

Yap! “Adi sudah mandi.”

Kalimat tersebut langsung to the point. Untuk menjelaskan alasannya, Anda bisa menuliskannya di kalimat selanjutnya.

2. Cara Kedua, Gunakan Konsep ‘Mereka Bertanya, Anda Menjawab

Bagaimana jika digunakan dalam marketing? Maka Anda harus memahami konsumen. Hal ini wajib untuk Anda pahami lebih dahulu.

Misalnya apa yang konsumen inginkan, butuhkan, cari atau pertanyaan. Dari sini, kamu bisa menyusun kalimat yang mewakili sentimental konsumen. Membuat konten yang related dengan konsumen.

Jika Anda berhasil, maka konten Anda tidak hanya akan diindex oleh Google tapi juga dimengerti oleh konsumen.

Bagaimana jika tidak bisa memahami konsumen? Tentu konten tidak akan maksimal.

Bagaimana jika tidak ada pertanyaan dari konsumen? Maka posisikan diri Anda sebagai konsumen.

Kira-kira, apa yang konsumen akan tanyakan terkait dengan produk Anda. Jika masih belum paham juga, maka pinta orang lain untuk berperan sebagai konsumen.

Masih susah? Cobalah untuk fokus pada conversational keyword. Misalnya menggunakan kalimat tanya seperti berikut di konten Anda.

why

Kata tanya tersebut akan mempermudah pencarian konten, terutama menggunakan suara (voice search queries).

Ternyata, tidak sesulit itu bukan?

3. Cara Ketiga, Gunakan Topic Clusters Model

NLP in content writing akan lebih optimal ketika Anda membuat topic clusters model.

Apa itu topic clusters? Topic clusters merupakan grup yang saling berhubungan dan dibangun untuk mendukung pilar konten.

Jadi, bisa dikatakan kalau topic clusters ini adalah konten dengan pembahasan yang lebih khusus lagi. Pada konten yang Anda buat ini, Anda bisa menggunakan long-tail keyword.

Long-tail keyword ini bisa menjangkau audiens lebih banyak. Dengan begitu, trafik juga bisa naik.

Untuk hasil yang lebih optimal, tentu Anda perlu mengaitkan konten topic cluster model ini ke konten pilar. Jadi, setiap konten yang Ada buat bisa saling berkaitan.

4. Cara Keempat, Perkenalkan Konten Sedikit demi Sedikit

“Tak kenal maka tak sayang!”

Sama seperti kalimat di atas, dalam konten marketing juga berlaku hal yang sama?

Maksudnya bagaimana? Apakah perlu kenalan?

Perlu!

Anda perlu memperkenalkan atau menunjukkan poin penting konten yang Anda buat ke visitor atau konsumen Anda. Akan kurang nyaman jika langsung menjelaskan hal mendetail tanpa tahu dasarnya, benar kan?

Dari poin tersebut, konsumen Anda bisa menangkap apa yang Anda maksud. “Ah, jadi seperti itu.”

Jika tertarik, maka konsumen Anda akan mencari tahu lebih banyak lagi tentang konten Anda hingga selesai.

Untuk itu, Anda perlu membuat konten dengan struktur yang menarik. Apa yang menjadi pembuka, fokus atau permasalahan hingga kesimpulan.

Jadi, konsumen Anda bisa memahami apa isi kontennya.

5. Cara Kelima, Penggunaan Fitur Snippets untuk Konten

Bagaimana caranya agar orang paham dengan konten Anda? Dengan memberikan rangkuman konten lewat fitur Snippets atau Rank Zero.

snippets
contoh snippets

Apakah begitu bermanfaat?

Ya dan Ahref pernah menganalisisnya.

Dari analisis Ahref di tahun 2017, keyword dengan fitur Snippet memiliki banyak klik sebesar 8,6%. Bahkan, artikel dengan fitur Snippets stabil berada di puncak pencarian dengan 30,8%.

where featured snippets tend to rank
(sumber: https://ahrefs.com/blog/featured-snippets-study/)

Di sisi lain, 97% artikel dengan fitur Snippets mampu menjawab pertanyaan dari user.  Karena hal tersebutlah, Anda perlu membuat konten yang bisa mengoptimalkan fitur Snippets.

Beberapa caranya, yaitu:

  • Perhatikan Struktur Konten

Buat konten dengan struktur artikel yang disukai mesin pencari. Bagaimana yang disukai? Mesin pencari, Google, lebih suka dengan konten yang punya 3 bagian.

  1. Kepala atau pembukaan atau pengenalan (lead).
  2. Body atau isi.
  3. Tail atau penutup.

Di bagian lead ini, Anda perlu mengenalkan kesimpulan kemudian membahas sesuatu yang lebih rinci.

  • Gunakan Tag <> dan Header

Jangan lupa untuk menggunakan tag dan header untuk mempermudah user dan mesin pencari memahami konten.

Jika Anda menggunakan Yoast SEO, setiap headernya tidak boleh lebih dari 300 kata. Jadi, sebisa mungkin tulis konten yang lebih ringkas dan mudah dipahami.

  • Gunakan List and Numbering

Penggunaan list and numbering akan membuat konten lebih mudah untuk dipahami oleh user dan mesin pencari.

Jika konten Anda berisi suatu produk, maka Anda perlu menyertakan deskripsi yang bisa memberikan informasi. Misalnya, nama produk dan harganya.

  • Perjelas dengan Fakta

Banyak yang mengira kalau menulis hanyalah sekedar menulis. Faktanya, tidak semudah itu.

Kenapa?

Karena menulis juga perlu disertai dengan fakta. Apalagi jika Anda membicarakan tentang study, analisa dan hal yang pasti lainnya.

Adanya fakta inilah yang menguatkan konten Anda. Karena itu, Anda bisa menambahkan sumber di mana Anda mendapatkan fakta tersebut.

Kesimpulan

Dengan cara NLP marketing di atas, konten Anda bisa bersaing di tengah algoritma Google saat ini. Namun, perlu Anda pahami, bahwa algoritma bisa berubah-ubah. Alhasil, Anda perlu selalu update konten terbaru dan menerapkan cara baru sesuai algoritma yang berlaku.

Dikerjakan dalam 7 jam.

(uji penulisan advanced Saungwriter)

Sumber: