Setiap orang memiliki kebebasannya sendiri. Sayangnya, kebebasan tersebut terbatasi oleh kesenangan orang lain. Sad but its true, termasuk dengan memelihara kucing.

Mungkin kucing lovers terutama yang memelihara kucing kampung lebih tahu rasanya. Punya kucing di rumah tapi nggak bisa dijual. Dengan kata lain, memelihara jenis kucing kampung itu menimbulkan defisit.

Pelihara kucing bukannya untung malah rugi!!

-anon-

Pernah mendengar hal itu? Sering ya?

Disini saya bukannya ingin menggurui tapi ingin berbagi saja selaku pemilik kucing kampung yang jumlahnya sudah mencapai 5. Ada suka dukanya lho ternyata memelihara hewan yang masih saudaraan sama macan.

Tapi sebelum itu, biar kita tahu lebih dalam tentang kucing, simak informasi berikut yuk.

Apa itu Kucing?

Kalau ditanya, “apa itu kucing?” sebagian besar pasti menjawab, itu loh yang kakinya empat, berbulu dan mengeluarkan suara meong. Bener nggak? Kalau suaranya gukgukguk, itu anjing.

Ada banyak jenis kucing di dunia, namun, yang paling sering dipelihara adalah kucing domestik. Kucing adalah mamalia karnivora dari family felidae. Istilah kucing itu sendiri lebih merujuk pada jenis kucing yang sudah dijinnak.

Jadi, walaupun macan dan singa juga termasuk ke keluarga kucing, namun, kedua jenis hewan tersebut lebih dikenal dengan ‘kucing besar’.

Kucing memiliki nama ilmiah Felis silvestris catus atau felis catus. Hewan berkaki empat ini bahkan sudah ada sejak 6000 tahun SM. Hal tersebut dibuktikan dari penemuan kerangka kucing di Pulau Spirus.

Perilaku Kucing

Kucing emang ngegemesin namun kucing juga kadang nyebelin. Tapi nih, ada 3 perilaku kucing yang pastinya akan buat kamu terpukau dan biasa saja.

  • Mendengkur

Bukan hanya manusia yang mendengkur namun ternyata kucing juga mendengkur. Ada beberapa alasan si kucing mendengkur, mulai dari bahagia, nyaman, akan mati, sakit, stress, mau melahirkan hingga menyusui.

  • Memijat

Siapa bilang cuma manusia yang bisa memijat? Kucing juga bisa lho. Caranya adalah dengan menekan kaki depannya secara bergantian namun biasanya juga disertai dengan mengeluarkan cakar.

Banyak yang bilang kalau kucing sudah memijat pemiliknya, maka dia merasa nyaman dan aman. Jadi, kalau kucing kamu melakukan hal yang sama, tandanya si mpus sudah mengklaim kamu sebagai pemiliknya.

  • Reflek Meluruskan

Pernah melihat kucing jatuh tapi ternyata nggak papa? Nah, ternyata kucing memiliki reflek untuk meluruskan badannya lho sehingga bisa jatuh dalam posisi yang benar.

Reflek tersebut sudah dimiliki kucing sejak usia 3-4 minggu dan sempurna di saat usianya 7 minggu. Kok bisa? Ini karena kucing memiliki tulang selangka yang fungsional dan tulang punggung yang fleksible.

Menggemaskan tapi Kelakuan Bikin Gregetan

Emang sih, kalau ngeliat perilaku dari kucing itu ngegemesin tapi, kadang kita harus nyebut dan bersabar. Bukan karena kelakukannya yang cute overload tapi karena yang bikin gregetan.

Mulai dari ngambil lauk sembarangan, numpahin wadah poop, poop sembarangan bahkan sofa atau kursi jadi sobek. Belum lagi kalau telat ngasih makan dan pas kita makan.

ada apa dengan kucing?
ada apa dengan kucing?

Si miong kayak ada 1001 indra yang bisa mendeteksi kalau kamu sedang makan bahkan kala dia lagi di luar rumah. Nggak cuma itu, kadang dengan seenaknya dan tanpa bersalah, tuh kucing numpahin makanan atau minuman.

Rasanya tuh antara pengen marah tapi kok nggak bisa. Ditambah lagi kalau si kucing hamil mulu!

Ya disteril donk!

Hello, sterilisasi kucing nggak segampang itu. Selain harus mempertimbangkan kesehatan kucing, kamu juga perlu mempersiapkan biaya. Seenggaknya Rp 600 ribu harus disiapkan buat sterilisasi kucing betina.

Alhasil, sudah bisa diduga donk ya, kucing saya beranak pinak. Di satu sisi kucing saya terlalu banyak dan otomatis pengeluaran juga makin banyak. Tapi kalau dibuang, mana hati kehewanan saya?

Sayangnya, nggak sedikit yang memutuskan untuk ‘membuang’ si kucing. Ada banyak alasan kenapa pemilik melakukan hal itu. Diantaranya

  • Sudah tidak mampu karena terlalu banyak kucing.
  • Tidakk mampu secara ekonomi.
  • Ada masalah dengan keluarga, misalnya alergi atau justru jadi penyebab sering cek cok.
  • Benci.

Masing-masing dari pemilik tetap punya pilihan buat merawat atau tidak. Saya pemilik, yang ngerawat. Kasian nggak sih hewan yang udah kita besarin trus dibuang gitu aja?

Buat saya pribadi, kalau kamu berani memelihara, artinya kamu harus tanggung jawab sampai akhir.

Do i Have to Give Up?

I want to say to my self, NO!

Bukan hanya keluarga yang kadang komplain, ‘kok nggak dibuang aja sih?’ tapi rasanya juga capek jadi hamba kucing segitu banyak, tapi saya nggak mau nyerah. Seenggaknya sampai saya benar-benar lelah.

Lho kok?

Sama seperti halnya kamu mempertahankan apa yang kamu suka karena mengerti kamu, and for me, mereka lebih bisa memahami. Bahkan dibandingkan dengan banyak orang yang saya kenal.

Sounds funny but for me, Allah gives me those kitties for me because i can handle it. Ada keyakinan kalau kucing-kucing itu lah yang mendoakan saya. So, why i have to give up? Untuk saat ini, saya bisa mengatakan ini. Tapi sebisa mungkin saya akan tetap mencoba untuk terus bertahan selama saya bisa.

Kalau kamu, apakah akan melakukan hal yang sama atau enggak?